https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3dJfzsHrOGYXhTIt3i4RaDwjJznfXlA7557aRXUI0oSZUxn2jNSQsUjaCesyCybgmkIEiT3juiai8uk1yUPT9yUDxSIe-jNRacuCd0Hyoxmfl80zOLaxPzwvsokuaA0IarSxXZiH4RR45/s1600/Logo+Kemenag+Kabupaten+Karimun+Yang+Kecil.png KUA Kec. Pulokulon Kab. Grobogan melayani sepenuh hati ##

Maret 27, 2023
0

 

Orang yang diampuni dosanya tanpa istighfar

 Salah satu do’a yang sering dilantunkan di sela-sela terawih itu, Allahumma innaka afuwun tuhibbul afwa fa’fuanni (Ya Allah sesungguhnya Engkau maha pengampun yang suka memberi ampun maka ampunilah aku).

 Asbabun wurud do’a ini adalah terkait pertanyaan Aisyah ummul mukminin kepada Rasulullah tentang amalan di malam lailatul qadar. Hadis lengkapnya begini.

سنن الترمذى - (ج 13 / ص 6)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ « قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى


Dari Aisyah ra berkata, wahai Rasulullah bila aku mengerti malam lailatul qadar apa yang mesti aku ucapkan ?” Nabi bersabda, Bacalah do’a Allahumma innaka afuwun karim tuhibbul afwa fa’fuanni. (H. Tarmizi)

 Ucapan tersebut termasuk jenis istighfar, memohon ampun kepada Allah yang maha pengampun. Tetapi, apakah setiap istighfar itu pasti diampuni Allah dosa orang yang melantunkan ? 

 Friman Allah tentang pemberian ampunan itu sebagai berikut:

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ [البقرة/284]

Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. 

 Allah mengampuni siapa yang dikehendaki dan mengazab siapa saja yang dikendaki. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemberian ampunan itu terserah Allah. Dan tidak selalu mensyaratkan si hamba minta ampun. Walaupun tidak dipungkiri ada 28 ayat yang memerintahkan manusia untuk meminta ampun. Seperti ayat berikut ini.

وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا [النساء/106]

Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 Dalam sejumlah ayat dan hadis ada beberapa golongan yang Allah mengampuni dosa mereka, tanpa dirinya memohon ampun. Di antarnya adalah:

1. Penyayang makhluk Allah

Dalam sebuah hadis qudsi, Allah berfirman Irhamu man fil ardhi yarhamkum man fis sama (sayangilah makhluk yang ada di bumi maka yang di langit yaitu Allah swt akan menyayangimu).

Contoh terkenal penyayang makhluk yang diampuni Allah adalah kisah pelacur yang memberi minum anjing. Sebagaimana diceritakan Rasulullah dalam hadis berikut ini.

صحيح مسلم - (ج 7 / ص 44)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- « أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِى يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنَ الْعَطَشِ فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَهَا ».

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw bersabda, Bahwa ketika seekor anjing berputar atau mengitari pada sumur, di mana dia hampir mati oleh kehausan, tiba-tiba salah seorang pelacur Bani Israil melihatnya. Pelacur itu melepas sepatu kulitnya dan memberi minum (dengan wadah sepatu) kepadanya. Maka perempuan itu diampuni sebab demikian. (Hr. Muslim).

 Pemilihan anjing sebagai contoh tentu ini pilihan ekstrim. Hewan yang najis dan haram, bahkan dalam sejumlah hadis dilarang masuk rumah. Tetapi tetap saja binatang tersebut adalah makhluk Allah.

 Mafhum mukhalafahnya, jika anjing saja perlu dikasihani tentu hewan lain yang menjadi peliharaan atau yang ditemui di jalan dan sengsara patut untuk dikasihani pula. 

 Imam An Nawawi Al Bantani dalam kitab Nasaihul Ibad menceritakan tentang mimpi imam Al Ghazali. Penulis kitab Ihya itu membanggakan seluruh ibadahnya di hadapan Allah. Ternyata semuanya ditolak. Tetapi dia bisa masuk surga gara-gara membiarkan seekor lalat yang sedang minum tinta yag sedang ia pakai untuk menulis.

 Makhluk yang paling mulia adalah manusia. Maka memuliakan manusia dan mengasihi mereka yang lagi sengsara menjadi pintu untuk diampuninya dosa seseorang. Walaupun dirinya tidak bersitighfar. 

2. Orang yang punya sopan santun

Lazimnya orang yang sedang bermusuhan itu mengeluarkan kata-kata kotor bahkan sumpah serapah dan saling mengancam. Menang kalah urusan belakang, yang penting nafsu amarah tersalurkan.

Tetapi perhatikan tukang sihir Fir’aun saat menjelang bertarung dengan Nabi Musa. Mereka sangat sopan dengan musuhnya. Ucapannya begini.

قَالُوا يَا مُوسَى إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ نَحْنُ الْمُلْقِينَ [الأعراف/115]

Mereka berkata, wahai musa kamu dulu atau kami dahulu yang melemparkan ?

Ada semacam pertimbangan sopan santun. Para tukang sihir pada sungkan dengan sang Nabi, sehingga menawarkan kepada utusan Allah itu untuk melemparkan tongkatnya terlebih dahulu.

Umumnya para petarung itu menyombongkan diri dengan cara unjuk kekuatan di hadapan penonton, apalagi pertarungan itu dilihat oleh Fir’aun. Tetapi para tukang sihir itu tidak langsung melakukannya. Baru setelah Musa menolak secara halus dan mempersilahkan mereka beraksi terlebih dahulu maka tukang suhir itu melemparkan.

Efeknya ternyata sangat dahsyat, yaitu sopan santun itu mendatangkan hidayah dan mengundang ampunan Allah. Sampai Fir’aun menuduh kepada tukang sihir itu bahwa mereka sebenarnya sejak awal menjadi muridnya musa, cuma pura-pura menjadi pegawai kerajaan. Berikut ini adalah tuduhan Firaun 

إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ [طه/71]

Sesungguhnya dia itu (Musa) pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu.

Perubahan drastis tukang sihir Fir’aun yang ditugasi melawan Musa itu terjadi karena diawali dengan sopan santun. Allah suka sikap mereka kepada utusannya, lalu diberi hidayah dan ampunan. Bahkan kemudian berani melawan Fir’aun. 

3. Orang alim

Orang alim itu istimewa. Mereka dimintkan ampun oleh seluruh penduduk langit dan bumi. sebagaimana sabda Nabi berikut ini.


سنن أبى داود - (ج 11 / ص 34)

أَبَا الدَّرْدَاءِ قَالَ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِى السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِى الأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِى جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ


Abu Darda berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda,“Siapa yang meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudah untuknya jalan menuju surga. Sesungguhnya para Malaikat merendahkan sayap-sayapnya sebagai keridhaan terhadap penuntut ilmu.

Orang yang berilmu akan dimintakan ampunan oleh penduduk langit dan bumi, hingga ikan yang tinggal di dasar laut. Keutamaan seorang yang berilmu dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama terhadap seluruh bintang-bintang.

Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR Abu Dawud)

Ampunan Allah itu sangat penting. Karena seorang mukmin yang semua dosanya telah diampuni ia akan langsung masuk surga. Adapun yang mati masih membawa dosa, dipastikan akan dilaundry dahulu di neraka. 


Karena itu memperbanyak istighfar itu penting tetapi ada mekanisme pengampunan dosa dengan cara lain, yaitu menyayangi makhluk Allah, sopan santun kepada manusia dan memperbanyak ilmu. Boleh jadi Allah tidak mengampuni dosa tertentu dengan istighfar tetapi mengampuni dengan cara lain tersebut. Wallahua’lam

Muh. Nursalim

0 Jumlah Komentar:

Posting Komentar

Silahkan yang ingin tanya, tulis di kolom komentar, kami siap melayani anda.
JAM KERJA PELAYANAN
Senin -Kamis : 07:30 -16:00 WIB
Jum'at : 07:30-16:30 WIB
Wa.me/085713742821