Kang Ndo suatu hari juga ikut ngaji bareng bersama para santri lainya, karena kegiatan wajib. Sore itu Romo kyai menerangkan larangan bagi orang yang baru melaksanakan ibadah haji sebelum tahallul, yakni tidak berkumpul istri, memakai pakaian berjahit bagi laki, dan larangan- larangan lainya, Termasuk membunuh binatang, apabila membunuhnya dengan sengaja maka akan dikenakan dam yaitu membayar denda seekor kambing.
Seperti biasa kang Ndo melakukan aktivitas kebiasaannya, sholat belajar, musyawarah dan tentunya memberi makan semut.
Pada sore hari tidak lupa untuk ikut mengaji dengan Romo kyai,
Ngaji sudah di mulai, dipertengahan ngaji tiba_tiba kang Ndo gelangsatan, dan tidak sadarkan diri, kyai dan para santri pada bingung, kegiatan ngaji di akhiri dan mencoba menyadarkan kang Ndo, Alhamdulillah kang Ndo sadar. Selang beberapa hari ada santri yang tanya perihal kejadian kemaren.
Kang santri: "kang Ndo, kemaren kenapa kok bisa pingsan, belum makan ya, atau gak enak badan, ungkap nya"
Kang Ndo: "gak kang, saya sehat, beras dan uang saya juga masih banyak "
Kang santri, tambah penasaran"kok bisa pingsan", sambil terus mendesak kang Ndo akhirnya kang Ndo cerita.
Kang Ndo: 'jadi gini kang, saya takut bayar denda"
Kang santri, tambah penasaran, emangnya kamu mencuri, timpalnya
Kang Ndo, "gak kang, jadi Mbah kyai kemaren kan menyampaikan, kalau membunuh binatang dengan sengaja, disuruh bayar dam seekor kambing"
Kang santri; "lak terus apa hubungannya, dengan kamu pingsan" cetusnya
Kang Ndo; "lak anu.. anu saya itu, di makan semut, karena saya takut bayar denda ya saya biarkan makan anu, tak tahan tahanin, e malah saya pingsan"
Kang santri; "kang Ndo kang Ndo, yang di denda itu ketika waktu haji, kalau gak haji ya gak di denda", sambil usap usap jidat, dan geleng-geleng kepala.
Kang Ndo, diem aja
Cerita ini hanya fiktif, mohon maaf apabila ada kesamaan nama dan kisahnya, admin hanya mengajak supaya kita belajar yang sungguh sungguh, jangan sampai salah persepsi, terima kasih

Asem asem
BalasHapus